Breaking News

Langkah Mengganti Nameserver Domain

Mencari layanan web hosting yang sesuai dengan kebutuhan memang perlu riset. Bagi yang ingin berpindah ke web hosting lain tetapi belum tahu caranya maka perlu tahu 3 cara ini. Pastikan untuk membaca dengan cermat mengenai caranya yang akan dijelaskan berikut:

Langkah Mengganti Nameserver Domain

1. Transfer Domain Menuju Layanan Hosting yang Baru

Perlu Anda pahami kalau proses transfer domain biasanya akan membebankan sedikit biaya tambahan. Pertambahan biaya biasanya disebabkan oleh domain yang ditransfer juga ikut dilakukan perpanjangan. Namun setelah proses transfer selesai maka Anda sepenuhnya terlepas dari register domain yang lama.

2. Ganti A Record DNS

Langkah yang satu ini mengharuskan user untuk melakukan perubahan A record DNS menjadi alamat IP hosting terbaru. Hanya saja metode ini juga memiliki kelemahan dimana akan membuat ketergantungan terhadap IP statis dari akun hosting. Apabila IP terjadi perubahan secara mendadak akibat suatu hal maka website otomatis berhenti bekerja.

3. Ganti Nameserver Domain

Terdapat cara terakhir yang lebih direkomendasikan dengan cara mengubah Nameserver Domain. Perubahan dilakukan dengan cara mentransfer DNS domain menuju ke web hosting Sehingga nantinya kendali dapat dilakukan dengan penuh dan efektif. Maka dari itu kita akan membahas lebih mendetail tentang cara mengubah Nameserver Domain.

Beberapa hal yang Anda perlukan untuk melakukan penggantian Nameserver Domain. Misalkan saja kita asumsikan Anda sudah punya 2 hal ini:

  • Akses menuju control panel dari registrar domain. Sedangkan penjelasan registrasi merupakan tempat yang memungkinkan Anda beli domain.
  • Akses menuju akun hosting yang baru.

Jika sudah memiliki kedua hal tadi maka Anda bisa segera memperoleh alamat Nameserver terbaru. Langkah-langkahnya bisa langsung disimak berikut ini.

Langkah Mengganti Nameserver Domain

1. Memperoleh Alamat Nameserver Terbaru

Langkah pertama yang perlu dilakukan yakni menemukan address Nameserver. Anda bisa mencarinya di akun hosting yang terbaru. Bahkan berpotensi menemukan alamatnya dari email yang dipakai untuk mengirim layanan hosting ke Anda.

Cari email yang pertama kali dikirimkan ke Anda saat berganti hosting. Hampir setiap hosting yang baru pasti menyediakan dokumentasi layanan kepada pelanggannya. Apabila belum paham mengenai hal ini maka tanyakan langsung ke penyedia hosting Anda.

Tanyakan kepada penyedia hosting perihal DNS server guna mengurus keperluan Anda. Biasanya Anda akan diberi minimal 2 Nameserver. Catat langsung seluruh nameserver yang diberikan agar jika memerlukan lagi tidak perlu mengulangi langkah bertanya ke bagian penyedia hosting.

Masukkan informasi dan server yang diberikan di control panel.  Jika sudah melakukan langkah ini maka user harus tahu caranya memasukkan name server ke bagian control panel.

2. Memasukkan Nameserver di Control Panel

Anda sudah masuk ke bagian control panel dari registrar. Kemudian Anda bisa mulai memasukkan ke dalam sistem sekaligus memasukkan di bagian manajemen domain.  Cari menu yang bisa dipakai untuk mengubah name server domain.

Hanya saja perlu dipahami Kalau pengaturan di setiap register punya langkah berbeda. Namun secara garis besar masih tetap ada kemiripan. Beberapa langkah untuk melakukan pengaturan dapat Anda simak berikut ini.

  1. Anda perlu menyeting supaya bisa melihat keseluruhan domain yang sudah didaftarkan pada layanan registrar. Jika Anda beruntung maka bisa menemukan di bagian halaman Domain Manager. Namun tetap ada tampilan domain manajer yang berbeda dan tidak terdapat informasi domain yang sudah terdaftar.
  2. Klik di bagian domain yang ingin diatur dan bagian Nameserver-nya.
  3. Apabila register sudah memiliki tombol Manager DNS maka Anda bisa langsung klik menu dengan tulisan Set Nameserver.
  4. Apabila kolom isian dari new server belum tampil maka Anda bisa melihatnya melalui opsi Nameserver maupun menu sejenis.

Jika berhasil mendapatkan halaman guna mengubah nameserver maka bisa langsung melihat adanya formulir yang perlu diisi. Formulir yang perlu diisi memiliki kolom-kolom untuk mengisikan primary name server yang ditandai dengan Nameserver #1 dan secondary name server yang disimbolkan Nameserver #2. Bahkan pada beberapa kasus terdapat juga kolom untuk mengisi nameserver ketiga maupun keempat.

Proses pengisian dapat dilakukan dengan mengetikkan ns1 di kolom Nameserver #1 dan ns2 di Nameserver #2. Hanya beberapa registrasi saja yang mengizinkan sampai seorang user mau mengaplikasikan 6 nameserver. Apabila di dalam kolom yang tersedia sampai dengan 6 nameserver maka cukup isi dua saja kalau memang hanya diberikan dua.

Nameserver nantinya tetap bisa bekerja secara efisien tanpa Anda menambahkan nameserver di kolom ke-3 dst. Apabila Anda merasa sangat pusing dengan pengurusan dan server ini disarankan untuk menghubungi bagian penyedia layanan. Minta bantuan untuk segera digantikan nameserver menjadi yang terbaru.

Cara ini biasanya mengharuskan Anda untuk mengantri terlebih dahulu. Apabila giliran Anda telah tiba maka harus menunggu sebentar lagi sampai akhirnya website benar-benar kembali dapat diakses. Proses ini biasa berlangsung selama beberapa jam.

About admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.